Wakil Bupati Bandung Tinjau Lokasi Korban Longsor di Desa Sukanagara

Wakil Bupati Bandung, Camat Soreang, Kepala Dinas Sosial dan plt Kepala Pelaksana BPBD tinjau lokasi longsor di Desa Sukanagara Kecamatan Soreang

Sosialisasi Pelayanan Santunan Jasa Raharja

Sosialisasi Pelayanan Santunan Jasa Raharja, prosedur pengajuan santunan kecelakaan ke Jasa Raharja dan kriteria kecelakaan yang berada dalam jaminan Jasa Raharja sesuai ketentuan UU No. 33 Tahun 1964 dan UU No.34 Tahun 1964

Pelantikan Kwartir Ranting Kecamatan Soreang

Camat Soreang sebagai Ketua Mabirran melantik Drs Abdul Rohman, MS dilantik sebagai Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang (04/01/2012) bertempat di aula Kecamatan Soreang

Pelatihan/Pembekalan Posyandu Kecamatan Soreang

Pelatihan/Pembekalan Posyandu Kecamatan Soreang yang diikuti oleh Para Kepala Desa, Para Ketua TP PKK Desa, Para Ketua Posyandu dan Para Kader Aktif se-Kecvamatan Soreang dari tanggal tanggal 17-19 Januari 2012

Pelayanan Pencetakan KTP

Operator Pencetakan KTP dan KK Kecamatan Soreang memperlihatkan hasil pencetakan KTP

Verifikasi Pemanggilan e-KTP

Petugas di dampingi Sekretaris Kecamatan Soreang sedang mem-veririfikasi data diri Wajib KTP untuk perakaman data e-KTP

Perekaman Data e-KTP

Operator e-KTP sedang melakukan perakaman data Wajib KTP dalam pelaksanaan program e-KTP

Pelaksanaan Perekaman Data e-KTP dari 2 April 2012 sampai dengan 24 April 2012 sebanyak 4.029 Wajib KTP atau 5,25% // Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD) untuk Wilayah Kerja Kecamatan Soreang Tahun Anggaran 2012 jumlahnya mencapai Rp. 2.150.092.000 (pembulatan), ada kenaikan +/- 100% dari ADPD Tahun Anggaran 2011 // Jadwal Perekaman Data e-KTP hanya dari mulai hari Senin sampai dengan hari Sabtu

Kamis, 16 September 2010

Apa dan Mengapa e-KTP ?


Resume Kuliah
IF4092- Sosioteknologi Informasi
Ega Dioni Putri (13506095)
UJIPETIK E-KTP DAN NIK DILENGKAPI SIDIK JARI DAN CHIP
BERBASIS SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (SIAK)

Teknologi informasi kini telah diterapkan di berbagai bidang sehingga banyak bermunculan istilah-istilah yang ditambah embel-embel “e” (electronic, dibaca dengan lafal “i”) didepannya, contoh: e-commerce, e-book, e-voting, dan lain-lain. Dalam hal ini, Departemen Dalam Negeri sebagai pihak yang bertugas mengurus sistem kependudukan Indonesia tidak ketinggalan melakukan inovasi. Salah satunya adalah dengan mencanangkan pembuatan e-KTP yang saat ini sedang dalam tahap pengujian (disebut uji petik) di beberapa wilayah Indonesia.

Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut:

Menghindari pajak
Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota
Mengamankan korupsi
Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)
Untuk mengatasi duplikasi tersebut sekaligus menciptakan kartu identitas multifungsi, digagaslah e-KTP yang menggunakan pengamanan berbasis biometrik.

Autentikasi menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari. Tujuan penggunaan biometrik pada e-KTP adalah sebagai berikut:

Mencegah adanya pemalsuan
Dengan biometrik, autentikasi dilakukan dua tahap, yakni:
what you have (apa yang kamu punya) melalui fisik kartu e-KTP
what you are (seperti apa kamu) melalui identifikasi biometrik
Jika terjadi kehilangan kartu, maka orang yang menemukan kartu e-KTP milik orang lain tidak akan dapat menggunakannya karena akan dicek kesamaan biometriknya.

Mencegah adanya penggandaan
Dengan e-KTP, seluruh rekaman sidik jari penduduk akan disimpan di AFIS (Automated Fingerprint Identification System) yang berada di pusat data di Jakarta.
Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:

Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:

Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar
Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:


Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.

Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:

Identitas jati diri tunggal
Tidak dapat dipalsukan
Tidak dapat digandakan
Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada
Struktur e-KTP sendiri terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:

Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
Printing,yaitu pencetakan kartu
Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman
Dari hasil observasi penulis, banyak yang mempertanyakan pembuatan e-KTP ini., bahkan sebagian masyarakat membentuk prasangka-prasangka buruk atas pengalokasian dana proyek e-KTP yang konon mencapai 60 triliun. Padahal menurut penjelasan Bp. Munawar, dosen Sosioteknologi Informasi yang juga dilibatkan dalam proyek ini, justru e-KTP akan menghemat pengeluaran Negara berkali-kali lipat. Gambaran penghematan tersebut sebagai berikut:

Penghindaran pembayaran pajak dari sebagian penduduk akan dapat dihindari sehingga pemasukan Negara dari pajak akan meningkat
Dana yang dibutuhkan untuk pemilu atau pilkada dapat dikurangi karena KPU tidak perlu mencetak kartu tanda pemilih, surat keterangan pemilih luar kota, dan sebagainya bagi penduduk wajib pilih. Jika secara kasar dana untuk tiap pilkada di tingkat provinsi saja menghabiskan 8 triliun, dapat dibayangkan besarnya dana di seluruh Indonesia. Belum lagi biaya pemilu presiden yang diadakan lima tahun sekali.
Dalam pengembangannya nanti, e-KTP bukan hanya digunakan untuk kartu pemilih saja, melainkan juga SIM dan kartu identitas dari Negara lainnya. Maka, biaya pembuatan kartu-kartu tersebut dapat ditekan.

APBD Perubahan Belum Dibahas

SOREANG, (PR).-
Kabupaten Bandung kemungkinan besar kembali tidak memiliki APBD Perubahan (APBD-P), karena belum ada tanda-tanda DPRD Kab. Bandung membahasnya. Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2009 dan LKPJ masa akhir jabatan serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2011 , juga belum disentuh sama sekali.

"Kalau melihat kinerja DPRD seperti sekarang, saya pesimistis DPRD bisa menyelesaikan agenda-agenda yang mendesak," kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Kab. Bandung, Drs. Sukarna Rahmat Setia, di ruang kerjanya, Rabu (15/9).

Hal yang sama dikatakan Ketua Komisi B DPRD Kab. Bandung, H. Saiful Bahri dan anggota Komisi B, Andi Sulaiman. "Ada empat agenda yang harus segera dibahas yakni LKPJ Bupati 2009, LKPJ masa akhir jabatan 2005-2010, APBD Perubahan, serta Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Perencanaan Anggaran Sementara RAPBD 2011. Agenda itu belum termasuk rapat-rapat kerja rutin di komisi," kata Saiful.

Menurut Saiful yang juga anggota Badan Anggaran (Bangar) DPRD, seharusnya APBD-P disahkan paling lambat akhir September ini, sehingga ada waktu untuk penyerapan anggaran. "Kalau kondisi ini terus dibiarkan kemungkinan besar Kab. Bandung tak memiliki APBD Perubahan lagi," katanya.

Pada tahun 2009 lalu, DPRD dan Pemkab Bandung juga tidak membahas APBD-P karena ada persoalan internal DPRD yang menyeret konflik dengan Pemkab Bandung. Akhirnya Bupati Bandung H. Obar Sobarna mengeluarkan peraturan bupati (perbup) yang diposisikan sebagai APBD-P.

Prihatin

Sementara itu, sejumlah kalangan masyarakat mendatangi DPRD Kab. Bandung mempersoalkan agenda pembahasan APBD-P ataupun agenda lainnya. "Sebagai warga Kab. Bandung, kami prihatin dengan ketidakjelasan pembahasan APBD Perubahan, karena bisa menghambat pelaksanaan anggaran," kata Direktur Sarekat Bandung, Mokhamad Ikhsan, di ruang tamu DPRD Kab. Bandung, Selasa (14/9).

Ikhsan, anggota DPRD Kab. Bandung periode 2004-2009 itu menilai, APBD-P seharusnya sudah dibahas dan disahkan pada Agustus lalu. Dia menduga, anggota DPRD lebih terfokus kepada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada). "Padahal, pembahasan APBD Perubahan ataupun RAPBD 2010 juga menyangkut kehidupan masyarakat banyak," katanya. (A-71)***


Sumber: newspaper.pikiran-rakyat.com

Selasa, 14 September 2010

MACET DI SEMUA JALUR

BANDUNG, (PR).-
Kemacetan lalu lintas arus balik terjadi di semua jalur pada Senin (13/9) yang memang diperkirakan sebagai puncak arus balik. Di jalur pantai utara (pantura), baik di jalan raya maupun di ruas tol, terjadi kemacetan sepanjang tiga kilometer terjadi. Di jalur tengah antara Kadipaten dan Rajapolah, Kab. Tasikmalaya, kemacetan lebih parah lagi yaitu memanjang hingga lima belas kilometer.

Sementara di jalur selatan, antrean hingga delapan kilometer terjadi menjelang pintu masuk tol Padalarang Barat. Namun, di Nagreg, volume kendaraan yang meningkat belum menyebabkan kemacetan. Berakhirnya masa cuti bersama bagi pegawai negeri sipil (PNS) pada Selasa (14/9) ini, menjadi penyebab lonjakan volume kendaraan.

Di jalur utama pantura dari arah timur menuju Cirebon, sejak Senin pagi volume kendaraan roda dua terus melonjak, sementara kendaraan roda empat dari arah yang sama memadati ruas tol Kanci-Pejagan dan Palimanan-Kanci. Bahkan, di sebelah timur gerbang tol Plumbon, Kab. Cirebon, acap kali terjadi antrean hingga tiga kilometer. "Puncak arus mudik kemungkinan terjadi pada siang sampai dengan malam hari," kata Kasatlantas Kepolisian Resort Cirebon, Ajun Komisaris Dian Setyawan saat memantau arus balik, Senin sore.

Di jalur tengah, ruas jalan raya antara Rajapolah dan Kadipaten Kab. Tasikmalaya kemacetan terjadi hingga lima belas kilometer. Jalan raya disesaki mobil pribadi dan kendaraan roda dua. Tanjakan Gentong menjadi simpul kemacetan, membuat kendaraan hanya bisa merayap pelan.

Menurut Kapolsekta Kadipaten Ajun Komisaris Syamsudaya, selain karena banyaknya titik persimpangan kendaraan, antrean panjang juga diakibatkan banyaknya kendaraan yang mogok di tanjakan Gentong. "Lebih dari lima belas unit kendaraan mengalami mogok karena kehabisan pelat kopling," katanya.

Di pintu tol Padalarang Barat terpantau kemacetan panjang dari arah pintu tol Cileunyi dan Pasteur menuju arah Jakarta. Antrean kendaraan menuju pintu tol Padalarang Barat dari arah Cileunyi pada pukul 21.00 WIB sampai pada kilometer 128, atau mencapai 8 kilometer, sedangkan dari arah pintu tol Pasteur terjadi antrean sampai kilometer 126, atau sepanjang 6 kilometer. Pada umumnya kendaraan yang mengantre menuju pintu tol Padalarang Barat adalah kendaraan para pemudik yang hendak kembali Jakarta.

Petugas pintu tol Padalarang Barat, Toni Ramdani mengatakan, volume kendaraan mulai bertambah padat sehingga menimbulkan antrean pada pukul 16.00 WIB, dan diperkirakan baru akan kembali normal pada pukul 24.00 WIB. Untuk mengatasi antrean ini, pintu tol Padalarang Barat membuka sebelas gardu pelayanan, lebih banyak dari hari biasa yang hanya dibuka tujuh gardu.

"Puncak volume kendaraan telah terjadi Minggu (12/9), karena antrean terus berlangsung sejak siang hingga pukul 2.00 WIB dengan volume kendaraan mencapai 43.500 unit. Meskipun jumlah kendaraan masih banyak, untuk hari ini diperkirakan tidak sepadat Minggu," kata Toni.

Dia menambahkan, pada pukul 6.00-13.30 WIB kemarin, kendaraan yang menuju Jakarta mencapai 16.934, sedangkan hari sebelumnya (Minggu) mencapai 19.000 kendaraan.

Di Nagreg, peningkatan volume kendaraan juga terjadi sejak sore. Mulai pukul 14.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB, tercatat sebanyak 5.410 kendaraan menuju timur dari barat. Padahal sebelumnya, jumlah kendaraan yang melintas hanya berkisar 3.000 kendaraan per tiga puluh menit. Alhasil pada pukul 14.30 WIB hingga 15.30 WIB terjadi kemacetan hingga lebih dari satu kilometer pada lajur jalan menuju Bandung (barat), mulai dari Kampung Pamuncatan (pintu rel kereta api) hingga depan Pos Pam Gapuraning Rasa. Selain karena meningkatnya volume kendaraan, kemacetan disebabkan banyaknya kendaraan yang mampir di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), rumah makan, dan posko mudik.

Jika Nagreg mulai padat kendaraan sejak sore, peningkatan arus balik di pintu gerbang tol Cileunyi sudah terjadi sejak pagi. Sejak pukul 6.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB, tercatat sebanyak 17.259 kendaraan mengambil tiket tol menuju arah barat (Bandung dan Jakarta). "Peningkatan jumlah kendaraan sudah terjadi sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Jumlahnya akan terus bertambah setiap jamnya," kata Kepala Gerbang Tol Cileunyi, Dede Purnama Maulid.

Cuti PNS habis

Lonjakan volume kendaraan pada H+3 diperkirakan terjadi karena pekerja kantoran, terutama PNS, sudah mulai bekerja pada Selasa ini. "Saya berusaha bisa pulang pada hari ini (kemarin-red.), karena besok harus bekerja," kata Sulaeman, pemudik asal Pekalongan yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta Utara saat ditemui di sela-sela istirahatnya di Cirebon.

Meskipun demikian, masih berlangsungnya masa libur panjang bagi pegawai swasta, karyawan pabrik, dan pelajar-mahasiswa, sampai Minggu (19/9 nanti), turut berperan mengurangi potensi kemacetan parah pada puncak arus mudik tahun ini. Hal inilah yang terjadi di Nagreg. "Dengan jadwal libur yang berbeda itu, maka arus balik akan terbagi," kata Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Hendro Pandowo.

Perbedaan jadwal libur ini yang membuat pola kepadatan arus balik tahun ini berbeda dari tahun lalu. Pada 2009 lalu, di Nagreg, puncak arus balik dari timur menuju barat terjadi pada H+3 yaitu sebanyak 85.550 kendaraan. Namun pada H+3, Senin (13/9), Hendro memperkirakan jumlah kendaraan dari timur ke barat sekitar 70.000.

Di Nagreg, jumlah kecelakaan lalu lintas saat arus mudik dan balik tahun ini dilaporkan menurun hingga dua ratus persen. Sejak Jumat (3/9) hingga Senin (13/9), tercatat terjadi 42 kecelakaan lalu lintas. Semua terjadi pada pemudik dengan kendaraan roda dua. Dari jumlah tersebut, 37 kasus ditangani di Puskesmas Nagreg, 4 di RS Cicalengka, dan satu di RS Majalaya karena mengalami luka serius.

Koordinasi dan kesiapan para petugas sangat membantu untuk melancarkan penanganan dan mengurangi jumlah kecelakaan. "Dibukanya jalur Lingkar Nagreg juga menjadi faktor menurunnya angka kecelakaan," kata Kepala Puskesmas Nagreg Iwan Rahmawan. (A-14/A-146/A-168/A-165/A-195)***

SANKSI TEGAS BAGI PNS PEMBOLOS

Bupati Bandung Barat akan memberikan sanksi tegas kepada pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang kedapatan membolos pada hari pertama bekerja, Selasa (14/9) ini. PNS diminta kembali bekerja sesuai waktu sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. "PNS sudah mendapatkan libur Lebaran, ada juga yang mendapatkan hak cuti tahunan sesuai pengajuan. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk membolos dan tidak masuk pada hari pertama kerja ataupun pada batas waktu akhir cuti," kata Abubakar, akhir pekan lalu. PNS di lingkungan Kabupaten Bandung Barat mendapatkan libur pada H-2 Lebaran dan kembali masuk bekerja Selasa (14/9). Abubakar mengatakan, batas toleransi pemkab untuk masa libur PNS pada H-2 sampai H+2. Dia menegaskan, akan menggelar inspeksi ke setiap ruangan SOPD di Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di Jalan Raya Batujajar untuk memantau jumlah kehadiran PNS pascalibur Lebaran. PNS tidak cuti, tetapi tidak masuk kerja akan didata dan diproses sesuai pelanggaran disiplin yang sudah dilakukan. Menurut Abubakar, inspeksi nanti merupakan bagian dari ujian ketaatan dan kesadaran tanggung jawab para PNS dalam mematuhi disiplin kerja sebagai pegawai pemerintah. (A-168)***

Setelah Sempat Surut, Banjir Kembali Meninggi

SOREANG, (PRLM).- Setelah sempat surut sekitar 40 sentimeter pada Minggu (12/9) siang, banjir yang menyergap kawasan Kp. Cieunteung, Kel/Kec. Baleendah kembali meninggi pada malam harinya hingga lebih dari satu meter. Saat ini, ketinggian air yang membanjiri kawasan itu mencapai 80 hingga 90 sentimeter, Senin (13/9).

Ketua RW 20 Kp. Cieunteung Desa/Kec. Baleendah, Kab. Bandung, Jaja (43) mengatakan, dia beserta beberapa masyarakat lainnya tetap bersiaga di posko darurat di Kp. Cieunteung secara sukarela. Hal tersebut dia lakukan untuk memberitahu warga yang hingga saat ini masih bertahan di rumahnya masing-masing apabila keadaan air kembali meninggi. Hingga saat ini, masih ada sekitar 150 keluarga yang belum meninggalkan rumahnya tersebut, dengan alasan ketinggian banjir masih normal dan tidak terlalu berbahaya. Sedangkan sekitar 30 keluarga lainnya sudah berada di pengungsian di kantor DPC PDIP di Baleendah karena rumahnya terendam banjir.

Jaja menambahkan, banjir saat ini sudah mulai meluas dengan luas cakupan tiga wilayah rukun warga (RW), yakni RW 9, 20, dan 28. Meski demikian, berdasarkan pantauan “PRLM”, di dua RW yakni RW 9 dan 28 keadaannya tidak separah di RW 20. Perbedaan ketinggian di dua RW tersebut dibandingkan dengan di RW 20 sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

Para warga mengaku merasa khawatir dengan kondisi cuaca yang semakin memburuk seperti sekarang. Apalagi cuaca saat ini dari sore menjelang malam sering turun hujan deras. Mereka takut banjir seperti beberapa waktu lalu akan terulang. Untuk itu, Jaja dan beberapa orang warga lainnya meningkatkan kewaspadaannya pada malam hari. “Kalau terjadi banjir yang lebih besar pada malam hari, saya akan segera mengumumkannya menggunakan pengeras suara,” ujarnya.

Saat ini, persediaan bahan makanan warga baik yang masih bertahan di rumahnya maupun yang berada di tempat pengungsian sudah mulai menipis. Selain itu, mereka membutuhkan obat kulit dan obat diare, karena sebagian dari warga Kp. Cieunteung sudah terjangkit diare dan gatal-gatal.

Menanggapi adanya lahan relokasi yang disiapkan untuk warga korban banjir, Jaja menuturkan, sebagian warga menolak kebijakan yang ditawarkan Pemkab Bandung itu. Alasannya, baik rumah maupun luas lahan rumah di tempat relokasi tersebut tidak sesuai dengan rumah warga Cieunteung yang dihuni sekarang. Luas lahan rumah di lahan relokasi seluas 100 meter persegi, sedangkan luas rumah di lahan itu sekitar 4 x 6 meter.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah rumah yang roboh saat banjir yang menerpa Kp. Cieunteung kemarin sebanyak 16 rumah yang hingga saat ini belum diperbaiki. Dikatakan Jaja, dengan bantuan Rp 1,5 juta bagi rumah rusak berat dan Rp 300 ribu untuk rumah rusak sedang, dirasa jauh untuk mencukupi. “Apalagi harga bahan bangunan sekarang mahal-mahal,” katanya. (CA-02/das)***

Kamis, 09 September 2010

Rata-rata 4.000 Kendaraan per Jam Lewati Nagreg

SOREANG, (PRLM).- Kendaraan yang melewati jalur Nagreg saat ini, Rabu (8/9) siang, rata-rata sebanyak 4.000 unit per jam. Kecepatan rata-rata 20-40 km/jam.

Kepala Dinas Perhubungan Kab. Bandung Yayan Subarna ketika ditemui "PRLM" di posko Dishub Desa/Kec. Nagreg, mengatakan bahwa terdapat peningkatan jumlah kendaraan tahun ini, jika dibandingkan dengan arus mudik tahun lalu.

"Kenaikan sekitar 10% untuk kendaraan roda empat atau lebih. Kenaikan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua, sekitar 20-30%," ucap Yayan.

Keberadaan Lingkar Nagreg, diakui Yayan menjadi salah satu pemicu peningkatan arus kendaraan. "Arus mudik saat ini ramai tapi lancar, jika ada tumpukan kendaraan masih bisa merjalan merayap, sehingga pengaturannya lebih baik daripada tahun lalu," katanya. (A-175/kur)**

Jalur Cijapati Terendam Banjir

SOREANG,(PRLM).- Tingginya volume kendaraan masyarakat yang hendak melakukan mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri 1431 H, melalui jalur selatan (Nagreg) pada H-2 (Rabu, 8/9) terpaksa tidak dapat melalui jalur alternatif Cijapati. Meluapnya Sungai Ciluluk di Kamp/Ds. Ciluluk, Kec. Cikancung, merendam pesawahan dan kolam serta ruas Jalan Raya Cicalengka-Majalaya dan Jalan Raya Cijapati setinggi hampir 80 sentimeter, mengakibatkan kendaraan kembali memutar arah.

Tidak adanya papan pentunjuk ataupun pemberitahuan mengenai ruas Jalan Raya Cicalengka-Majalaya, disesalkan oleh sejumlah pengguna jalan yang hendak melalui jalur alternatif Cijapati. “Seharusnya petugas dari instansi terkait memberitahu agar pemudik tidak melewati Cijapati, karena tidak tahu terpaksa harus balik melalui Cicalengka dan masuk Nagreg,” ujar Mansyur (46) warga Pondok Cihanjuang, Cimahi dengan nada kesal.

Menurut Ayi (35) seorang warga sekitar, hujan deras pada sore hari hingga malam kemarin (Selasa, 7/9) mengakibatkan banjir langganan terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Sejumlah titik pada ruas jalan Raya Cicalengka-Majalaya, terutama dipersimpangan Ciluluk-Cijapati dekat SPBU Ciluluk yang dekat aliran Sungai Ciluluk ketinggian air mencapai 80 sentimeter.

Berdasarkan pantauan “PRLM” ketinggian air yang merendam ruas jalan berangsur surut pukul 12.30 WIB dan sejumlah kendaraan mulai berani menerjang air. Namun sejumlah kendaraan jenis sedan memilih untuk menunggu hingga air benar-benar surut sambil beristirahat. (A-87/A-120)***