Pelaksanaan Perekaman Data e-KTP dari 2 April 2012 sampai dengan 24 April 2012 sebanyak 4.029 Wajib KTP atau 5,25% // Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD) untuk Wilayah Kerja Kecamatan Soreang Tahun Anggaran 2012 jumlahnya mencapai Rp. 2.150.092.000 (pembulatan), ada kenaikan +/- 100% dari ADPD Tahun Anggaran 2011 // Jadwal Perekaman Data e-KTP hanya dari mulai hari Senin sampai dengan hari Sabtu

Kamis, 20 Mei 2010

Peserta Program Gakinda Berkurang 18.003 Orang

SOREANG, (PR).-

Jumlah keluarga miskin Kab. Bandung peserta program Keluarga Miskin Daerah (Gakinda) tahun 2010 berkurang menjadi 346.517 orang. Pemkab Bandung juga memperketat pemanfaatan program Gakinda agar tidak disalahgunakan masyarakat untuk berobat gratis ke rumah sakit-rumah sakit.

"Tahun ini ada penurunan jumlah penerima Gakinda sebanyak 18.003 orang," kata Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kab. Bandung, H. Edi Siswandi, di ruang kerjanya, Selasa (18/5).

Menurut Edi, jumlah Gakinda tersebut merupakan hasil pendataan keluarga selama tahun 2009. "Ada empat belas kriteria sehingga sebuah keluarga dimasukkan dalam kelompok miskin yang berhak mendapatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Kalau ada warga yang belum masuk Jamkesmas, akan dimasukkan ke program Gakinda," katanya.

Kriteria tersebut di antaranya ukuran rumah, lantai rumah masih berupa tanah, makan hanya dua kali sehari, maupun kepemilikan pakaian. "Jumlah penerima Gakinda 346.517 orang sudah kami verifikasi di lapangan, bekerja sama dengan ketua RW dan RT. Rencananya penerima Gakinda akan ditetapkan melalui surat keputusan bupati," ucapnya.

SKTM tak dilayani

Basis data (database) warga penerima Gakinda, kata Edi, akan dikirim ke Dinkes Kab. Bandung, puskesmas, rumah sakit di Kab. Bandung maupun rumah sakit rujukan seperti RS Hasan Sadikin. "Nantinya puskesmas maupun rumah-rumah sakit harus merujuk kepada database penerima Gakinda. Warga yang membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM), tetapi tidak tercantum dalam database tidak bisa dilayani," ucapnya.

Selama ini kartu Gakinda kerap disalahgunakan. "Dengan adanya database penerima Gakinda, penggunaan kartu Gakinda akan terkontrol. Beban Pemkab Bandung juga tidak akan berat," ujarnya.

Edi mengakui dari 346.517 penerima, baru 119.981 orang yang sudah mendapatkan kartu Gakinda. "Kami akan mencetak kartu Gakinda sisanya, dengan tanda tangan dari kepala desa yang tahu persis kondisi warganya," katanya. (A-71)***

0 komentar:

Posting Komentar